Jangan bilang bapak kurus nak!

Suatu ketika saya menjemput dede Alka di sekolah. Saat membonceng, Alka langsung mendekap (berpegangan) saya dan terjadilah dialog kami berdua.

Alka: bapak kok kurus banget?

Saya: kenapa kamu bilang begitu?

Alka: karena memang bapak kurus banget!

Saya: Apa pembandingnya sehingga kamu bisa mengatakan bahwa bapak kurus?

Alka: kalau aku membonceng bapak, pegangan tangan saya segini (seraya menunjukkan pegangan tangan yang erat di pinggang saya), kalau aku membonceng ibu pegangan tangan saya segini (seraya menunjukkan pegangan tangan yang lebih longgar di pinggang saya).

Saya: itu bukan bapak yang kurus, tetapi ibumu yang gemuk nak!

Alka: bapak yang kerempeng!!!

Saya: bapak tidak kerempeng nak, tetapi seksi!

Sesampai di rumah, saya ceritakan hal tersebut ke istri saya…dan kamipun tertawa. Kami memang sudah sepakat untuk mengajarkan pada anak-anak agar dapat melihat hal yang sama dengan cara yang berbeda. Menurut penelitian, cara memandang sesuatu dapat mempengaruhi sikap seseorang. Kemungkinan rugi 80%  dan kemungkinan untung 20%  adalah hal yang sama. Temuan penelitian tersebut, ternyata pertanyaan yang berbeda (untuk hal yang substansinya sama) mendapatkan respon yang berbeda. Penjelasan yang lebih ilmiah (mudah) adalah pertanyaan seorang teman kepada saya ‘apa bedanya setengah hidup dengan setengah mati?’  Saya jawab ‘sama!’ Dia membantah ‘beda!, coba saja kalikan dengan 2!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.